SELAMAT DATANG
Selamat datanf di lapak MAKRIFATBUSINESS untuk order bisa melalui marketipace Shopee Tokopedia Bukalapak Lazada dengan nama lapak makrifatbusiness atau order via WA 08123489038 email : imronpribadi1972@gmail.com

Cari Disini

Translate


Senin, 19 November 2018

Bibit Bawang Dayak Kawah Ijien 100 gram by MAKRIFAT HERBAL

Selamat Datang di blog kami MAKRIFAT HERBAL sajian blog tentang penjualan produk herbal khas nusantara dari berbagai daerah dengan memanfaatkan potensi alam nusantara.  Berikut ini adalah produk  Bibit Bawang Dayak Kawah Ijien 100 gram Persembahan team MAKRIFAT HERBAL kami jual dengan harga :

Rp. 12,000,- / satuan
(harga belum termasuk ongkos kirim)
KODE PRODUK : BBDKI100

untuk order anda bisa klik link marketplace l sbb :
Berikut ini adalah foto produk yang kami tawarkan dan untuk melihat foto satu persatu siilahkan pelajari gambar di bawah ini dengan menggeser pada scroll yang tersendia.






Untuk melihat program, promo, potongan harga bagi reseller serta tata cara pemesanan hingga indentitas, nomor telephone serta nomor rekening resmi dari management Makrifat Business anda dapat mempelajari dibawah ini.


Untuk melihat dan mempelajari terkait dengan artikel produkanda dapat menyimak tulisan di bawah ini.
Kandungan Antioksidan pada Bawang Dayak
  Kajian Ilmiah
Bawang Dayak (Eleutherine palmifolia) adalah salah satu jenis tanaman yang berkhasiat bagi kesehatan. Tanaman ini banyak ditemukan di daerah Kalimantan. Penduduk lokal di daerah tersebut sudah menggunakan tanaman ini sebagai obat tradisional. Bagian yang dapat dimanfaatkan pada tanaman ini adalah umbinya. Nama lain dari bawang dayak antara lain Eleutherine americana, E. bulbosa, E. subaphyla, E. citriodora, E. guatemalensis, E. latifolia, E. longifolia, E. plicata dan E. anomala (Anonim 2009). Di Indonesia, tanaman ini juga dikenal dengan nama bawang mekah, bawang hantu, bawang sabrang dan bawang arab.
Kandungan Antioksidan pada Bawang Dayak

Taksonomi Bawang Dayak (Eleutherine palmifolia)
Kingdom : Plantae
Subkingdom : Tracheobinota
Super Divisi : Spermatophyta
Divisi : Magnoliophyta
Kelas : Liliopsida
Sub Kelas : Liliidae
Ordo : Liliales
Famili : Iridaceae
Genus : Eleutherine
Spesies : Eleutherine americana Merr

Tanaman ini banyak terdapat di daerah pegunungan antara 600 sampai 1500 m di atas permukaan laut. Penanamannya mudah dibudidayakan, tidak tergantung musim dan dalam waktu 2 hingga 3 bulan setelah tanam sudah dapat dipanen (Saptowalyono 2007). Ciri spesifik dari tanaman ini adalah umbinya yang berwarna merah menyala dengan permukaan yang sangat licin, letak daun berpasangan dengan komposisi daun bersirip ganda dan bunganya berwarna putih. Tipe pertulangan daunnya sejajar dengan tepi daun licin dan bentuknya seperti pita bergaris. Selain digunakan sebagai tanaman obat, tanaman ini juga bisa digunakan sebagai tanaman hias karena memiliki bunga yang berwarna putih (Galingging 2007).

Khasiat dari tanaman bawang dayak di antaranya sebagai antikanker payudara, mencegah penyakit jantung, immunostimulant, antinflamasi, antitumor serta anti bleeding agent (Saptowalyono 2007). Hasil penelitian menunjukan bahwa umbi bawang dayak mengandung senyawa naphtoquinonens dan turunannya seperti elecanacine, eleutherine, eleutherol, eleuthernone (Hara et al 1997). Naphtoquinones dikenal sebagai antimikroba, antifungal, antivirial dan antiparasitik. Selain itu, naphtoquinones memiliki bioaktivitas sebagai antikanker dan antioksidan yang biasanya terdapat di dalam sel vakuola dalam bentuk glikosida (Babula et al. 2005).

Umbi bawang dayak mengandung senyawa-senyawa turunan anthrakinon yang mempunyai daya pencahar, yaitu senyawa-senyawa eleutheurin, isoeleutherin dan senyawa-senyawa sejenisnya, senyawa-senyawa lakton yang disebut eleutherol dan senyawa turunan pyron yang disebut eleutherinol (Komura et al. 1983). Adapun senyawa bioaktif yang terdapat dalam umbi bawang dayak terdiri dari senyawa alkaloid, steroid, glikosida, flavonoid, fenolik, saponin, triterpenoid, tanin (Galingging 2007) dan kuinon (Nawawi et al. 2007).

Umbi bawang dayak dapat dipergunakan dalam bentuk segar, simplisia, manisan dan bubuk (powder). Simplisia adalah bahan tanaman yang diolah dengan cara pengeringan yang dipergunakan sebagai obat. Selama proses pengeringan simplisia, kadar air dan reaksi-reaksi zat aktif dalam bahan akan berkurang. Pembuatan simplisia dengan cara pengeringan harus dilakukan dengan cepat, tetapi pada suhu yang tidak terlalu tinggi. Penggunaan suhu yang terlalu tinggi akan mengakibatkan perubahan kimia pada kandungan senyawa aktifnya. Pada umumnya, suhu pengeringan adalah antara 40 - 600C dan hasil yang baik dari proses pengeringan adalah simplisia yang mengandung kadar air 10% (Sembiring 2007). Bahan simplisia yang akan dikeringkan harus diatur ketebalan pemotongan bahannya, sehingga diperoleh tebal irisan yang seragam dan selama pengeringannya tidak mengalami kerusakan.

Hasil penelitian Nawawi et al. (2007) menunjukan bahwa karakteristik simplisia bawang dayak memiliki kadar abu total 1.4%, abu larut air 4.2%, abu tidak larut asam 1.7%, sari larut etanol 2.7% dan sari larut air 2%. Selain itu, diperoleh hasil kadar air simplisia 6%, nilai tersebut memenuhi standar persyaratan kadar air simplisia secara umum yaitu kurang dari 10%. Hasil uji fitokimia simplisia bawang dayak menunjukkan hasil positif untuk alkaloid (endapan merah), kuinon (endapan merah kecoklatan), tanin (warna merah), flavonoid (endapan kuning), steroid atau triterpenoid (warna merah), dan hasil negatif pada saponin (tidak berbentuk busa) (Nawawi et al. 2007).

ANTIOKSIDAN DAN PENGUKURANNYA

Radikal bebas (free radical) adalah molekul atau gugus atom yang tidak memiliki pasangan elektron pada orbit terluarnya. Akibatnya radikal bebas biasanya bersifat tidak stabil dan sangat reaktif karena berusaha untuk berpasangan dengan molekul atau atom lain. Senyawa radikal bebas dapat terbentuk akibat proses kimia yang terjadi dalam tubuh, seperti proses oksidasi, olahraga berlebihan dan peradangan. Selain itu, senyawa radikal bebas juga bisa terbentuk ketika komponen makanan diubah menjadi energi melalui proses metabolisme yang mana sering terjadi kebocoran elektron. Kondisi seperti ini sangat mudah menyebabkan terjadinya pembentukan radikal bebas seperti anion superoksida dan hidroksil. Pembentukan senyawa radikal bebas tidak hanya terjadi dari proses kimia, akan tetapi bisa terbentuk dari senyawa lain yang sebenarnya bukan bersifat radikal bebas dan mudah berubah menjadi radikal bebas. Kelompok senyawa tersebut sering diistilahkan sebagai Reactive Oxygen Species (ROS) (Winarsi 2007).

ROS merupakan senyawa turunan oksigen yang lebih reaktif. Senyawa ini akan mencapai kestabilan dengan menerima elektron dari molekul lain atau mentransfer elektron yang tidak berpasangan ke molekul lain. Senyawa ROS yang tidak memiliki pasangan elektron meliputi anion superoksida (O2·-), radikal hidroksil (OH·), radikal peroksil (ROO·) dan radikal hidroperoksil (HOO·), sedangkan senyawa ROS yang memiliki pasangan elektron adalah hidrogen peroksida (H2O2), asam hipoklorous (HOCl) dan anion peroksinitrit (ONOO-). Apabila jumlah ROS melebihi jumlah antioksidan dalam tubuh, maka kelebihannya akan menyerang komponen lipid, protein, maupun DNA sehingga mengakibatkan kerusakan-kerusakan yang disebut stress oksidatif. Secara alami, ROS terbentuk dari hasil proses metabolisme dan sel tubuh telah memiliki beberapa mekanisme perlindungan untuk mencegah terbentuknya ROS atau detoksifikasi ROS. Mekanisme ini menggunakan molekul yang disebut dengan antioksidan (Wu dan Arthur 2003).

Antioksidan adalah suatu substansi yang pada konsentrasi rendah dapat mencegah atau memperlambat proses oksidasi dengan mengikat radikal bebas dan molekul yang sangat reaktif sehingga kerusakan sel akan dihambat. Senyawa ini memiliki berat molekul kecil tetapi mampu menginaktivasi berkembangnya reaksi oksidasi dengan cara mencegah terbentuknya radikal. Antioksidan pada umumnya terdapat secara alami pada tanaman dan memiliki peranan penting bagi perlindungan kesehatan tubuh. Senyawa ini dapat mencegah kerusakan oksidatif dan mengurangi risiko penyakit (Dimitrios 2006). Tubuh manusia memiliki sistem antioksidan untuk menangkal reaktivitas radikal bebas yang secara kontinu dibentuk oleh diri sendiri, contohnya superoxide dismutase (SOD), catalase (CAT) dan glutathion peroxidase (GPx).

Berdasarkan pertahanan dalam tubuh, antioksidan dapat diklasifikasikan dalam tiga jenis, yaitu (1) pertahanan antioksidan di baris pertama (antioksidan primer), (2) pertahanan antioksidan di baris kedua (antioksidan sekunder) dan (3) pertahanan antioksidan di baris ketiga (antioksidan tersier). Enzim SOD , CAT, GPx, dan beberapa mineral (Se, Mn, Cu, Zn) menjadi senyawa antioksidan di pertahanan pertama. Antioksidan ini bekerja mencegah pembentukan radikal bebas baru dengan cara mengubah radikal bebas yang ada menjadi molekul yang kurang mempunyai dampak negatif.

Pertahanan antioksidan di barisan kedua bekerja dengan cara mengkelat logam yang bertindak sebagai prooksidan, menangkap radikal dan mencegah terjadinya reaksi berantai, senyawanya antara lain Glutathione (GSH), vitamin C, asam urat, albumin, bilirubin, vitamin E (a-tokoferol), karotenoid dan flavonoid. Pertahanan antioksidan di baris ketiga adalah golongan enzim untuk memperbaiki kerusakan DNA, protein, oksidasi lemak dan peroksida serta menghentikan rantai propagasi pada peroksil lipid. Enzim-enzim ini adalah lipase, protease, enzim yang memperbaiki DNA, transferase dan methionine sulphoxide reductase (Gupta dan Sharma 2006)

Sumber-sumber antioksidan dapat dikelompokkan menjadi dua kelompok, yaitu antioksidan sintetik (antioksidan yang diperoleh dari hasil sintesis reaksi kimia) dan antioksidan alami (antioksidan hasil ekstraksi bahan alami). Beberapa contoh antioksidan sintetik antara lain butylated hydroxyanisole (BHA), butylated hydroxytoluene (BHT), propyl gallate (PG), tert-butylhydroquinone (TBHQ), sedangkan yang termasuk antioksidan alami antara lain fenol, polifenol, flavonoid, a-tokoferol, karotenoid dan antosianin. Komponen fenolik seperti flavonoid, asam fenolik atau ditermen fenolik adalah senyawa-senyawa dominan yang berpotensi sebagai antioksidan (Kiselova et al. 2006), berperan dalam menangkal dan menetralkan radikal bebas, meredam terbentuknya singlet oksigen dan triplet oksigen atau secara langsung mendekomposisi peroksida (Javanmardi et al. 2003)

Berbagai macam metode untuk pengukuran aktivitas antioksidan telah banyak digunakan untuk melihat dan membandingkan aktivitas antioksidan pada berbagai macam sumber antioksidan. Beberapa metode pengukuran aktivitas antioksidan yang dapat digunakan antara lain metode beta karoten, metode linoleat, metode terkonjugasi, metode tiosianat, metode rancimat dan metode DPPH. Pengujian antioksidan dengan DPPH merupakan salah satu metode yang sederhana dengan menggunakan radikal 1,1-diphenyl-2-picrylhydrazil sebagai senyawa pendeteksi. DPPH merupakan senyawa radikal bebas yang bersifat stabil sehingga dapat bereaksi dengan atom hidrogen yang berasal dari suatu antioksidan membentuk DPPH tereduksi (Molyneux 2004). Pengukuran aktivitas antioksidan dengan DPPH menggunakan alat spektrofotometer pada panjang gelombang 517nm.

Prinsip dari metode DPPH ini, atom hidrogen dari sutau senyawa antioksidan akan membuat larutan DPPH menjadi tidak berwarna yang dapat diukur menggunakan spektrofotometer akibat terbentuknya DPPH tereduksi (DPPH-H) (Sharma dan Bhat 2009). Apabila larutan DPPH direaksikan dengan senyawa antioksidan, maka akan terjadi perubahan warna dari ungu menjadi kuning (Molyneux 2004). Semakin tinggi kemampuan suatu senyawa antioksidan dalam meredam radikal DPPH, maka warna yang dihasilkan akan semakin kuning dan mendekati jernih. Hal ini ditandai dengan semakin kecilnya nilai absorbansi yang terukur pada spektrofotometer.

Selain menggunakan metode DPPH, salah satu pengukuran aktivitas antioksidan dapat dilakukan dengan metode rancimat. Prinsip kerja dari alat rancimat adalah penghembusan oksigen secara terus-menerus ke dalam sampel yang dipansakan, sehingga menghasilkan ion-ion hasil oksidasi. Ion-ion ini akan menghasilkan nilai konduktivitas tertentu yang diukur di dalam air bebas ion.

Aktivitas antioksidan dengan metode rancimat ditentukan dengan menghitung waktu induksinya. Semakin lama waktu induksi, maka sampel yang diuji memiliki aktivitas antioksidan yang baik. Reaksi antioksidan minyak akan menghasilkan senyawa ionik yang volatil. Senyawa ionik ini dialirkan pada air bebas ion dan senyawa tersebut akan mengubah konduktivitas listrik dari air bebas ion (Tensiska et al. 2003). Waktu saat terjadinya peningkatan konduktivitas listrik secara cepat ditentukan sebagai waktu induksi.

VITAMIN C

Vitamin C atau asam askorbat adalah vitamin yang larut dalam air, mempunyai sifat yang asam dan sifat pereduksi yang kuat. Struktur kimianya terdiri dari rantai 6 atom C dan kedudukannya tidak stabil (C6H8O6), karena mudah bereaksi dengan O2 di udara menjadi asam dehidroaskorbat. Vitamin C merupakan fresh food vitamin karena sumber utamanya adalah buah-buahan dan sayuran segar. Asam askorbat pada tumbuhan merupakan metabolit sekunder, karena terbentuk dari glukosa melalui jalur asam D-glukoronat dan L-gulonat (Safaryani et al. 2007).

Sifat asam askorbat adalah mudah berubah akibat oksidasi namun stabil jika merupakan kristal murni. Selain itu, asam askorbat mudah rusak oleh pH, cahaya dan temperatur. Penggunaan suhu yang tinggi dengan waktu yang lama akan menurunkan jumlah asam askorbatnya. Bentuk asam askorbat yang ada di alam adalah L-asam askorbat. Asam L-askorbat dengan adanya enzim asam askorbat oksidase akan teroksidasi menjadi asam L-dehidroaskorbat. Asam ini secara kimia juga sangat labil dan mengalami perubahan lebih lanjut menjadi asam L-diketogulonat yang tidak lagi memiliki keaktifan sebagai asam askorbat. Suasana basa menyebabkan asam L-diketogulonat teroksidasi menjadi asam oksalat dan asam L-treonat( Safaryani et al. 2007).

Manfaat asam askorbat bagi kesehatan yaitu sebagai antioksidan, antiatherogenik, antikarsinogenik dan immunomodulator. Asam askorbat merupakan sumber antioksidan yang sangat baik dalam tubuh yang secara alami melindungi tubuh dari serangan oksidatif akibat radikal bebas. Selain itu, asam askorbat juga berfungsi untuk mengurangi risiko kanker lambung dan mencegah kanker kolektral. Asam askorbat bekerja secara sinergis dengan vitamin E untuk menangkal radikal bebas. Sebagai senyawa peredam radikal bebas, asam askorbat dapat langsung bereaksi dengan anion superoksida, radikal hidroksil, oksigen singlet dan lipid peroksida. Selain itu, asam askorbat akan mendonorkan satu elektron membentuk semidehidroaskorbat yang tidak bersifat reaktif dan selanjutnya mengalami reaksi disproporsionasi membentuk dehidroaskorbat yang bersifat tidak stabil. Dehidroaskorbat akan terdegradasi membentuk asam oksalat dan asam treonat. Oleh karena kemampuanya sebagai penghambat radikal bebas, maka peranannya sangat penting dalam menjaga integritas membran sel (Suhartono et al. 2007).

FITOKIMIA

Fitokimia adalah senyawa bioaktif yang terdapat dalam tumbuhan dan dapat memberikan efek kesehatan pada manusia. Pada tumbuhan terdapat senyawa kimia bermolekul kecil yang penyebarannya terbatas dan sering disebut sebagai metabolit sekunder (Sitrait 2007). Jumlah metabolit sekunder pada tanaman lebih sedikit dibandingkan dengan metabolit primernya (karbohidrat, lemak, protein). Uji fitokimia dilakukan untuk mengetahui metabolit sekunder dari tumbuhan. Metabolit sekunder pada tanaman antara lain saponin, flavonoid, fenol, alkaloid, steroid, terpenoid dan tanin.

Analisis fitokimia biasanya digunakan untuk merujuk pada senyawa yang ditemukan pada tumbuhan yang tidak dibutuhkan untuk fungsi normal tubuh, tetapi memiliki efek yang menguntungkan bagi kesehatan atau memiliki peran aktif bagi pencegahan penyakit. Hal inilah yang menjelaskan mengapa orang-orang lebih tertarik mengisolasi metabolit sekunder daripada metabolit primernya. Senyawa aktif ini dapat bermanfaat sebagai antioksidan dan mencegah kanker serta penyakit jantung.

Beberapa studi pada manusia dan hewan membuktikan bahwa zat-zat kombinasi fitokimia di dalam tubuh memiliki fungsi tertentu yang berguna bagi kesehatan. Kombinasinya antara lain menghasilkan enzim-enzim sebagai penangkal racun, merangsang sistem pertahanan tubuh, menimbulkan efek antibakteri, antivirus dan antioksidan serta dapat menimbulkan efek antikanker. Sampai saat ini sudah banyak jenis fitokimia yang ditemukan dan jumlahnya begitu banyak. Agar memudahkan dalam mempelajarinya, maka dilakukan penggolongan senyawa fitokimia. Adapun golongan senyawa fitokimia dapat dibagi sebagai berikut: alkaloid, saponin, flavonoid, tannin, fenol, triterpenoid dan steroid.

1. Alkaloid
Alkaloid adalah senyawa yang bersifat basa yang mengandung satu atau lebih atom nitrogen, biasanya dalam bentuk gabungan sebagai bagian dari sistem siklik (Harborne 1987). Alkaloid pada tumbuhan dipercaya sebagai hasil metabolisme dan merupakan sumber nitrogen. Kebanyakan alkaloid berbentuk kristal dan hanya sedikit yang berupa cairan pada suhu kamar. Kebasaan nitrogen menyebabkan senyawa tersebut mudah mengalami dekomposisi terutama oleh sinar dengan adanya oksigen (Lenny 2006).

2. Saponin
Saponin merupakan senyawa dalam bentuk glikosida yang tersebar luas pada tumbuhan tingkat tinggi. Saponin membentuk larutan koloidal dalam air dan membentuk busa jika dikocok dan tidak hilang dengan penambahan asam (Harborne 1996). Saponin memiliki rasa pahit menusuk dan menyebabkan bersin serta iritasi pada selaput lendir.

3. Tanin
Tanin merupakan senyawa yang memiliki jumlah gugus hidroksi fenolik yang banyak pada tumbuh-tumbuhan. Tanin dapat berfungsi sebagai antioksidan karena kemampuannya dalam menstabilkan fraksi lipid dan keaktifannya dalam penghambatan lipoksigenase (Zeuthen dan Sorensen 2003).

4. Fenolik
Senyawa fenolik telah diketahui memiliki berbagai efek biologis seperti aktivitas antioksidan melalui mekanisme sebagai pereduksi, penangkap radikal bebas, pengkelat logam, peredam terbentuknya singlet oksigen serta pendonor elektron (Karadeniz et al. 2005). Komponen fenolik merupakan kelompok molekul yang besar dan beragam, yang terdiri dari golongan aromatik pada metabolit sekunder tumbuh-tumbuhan. Fenolik dapat diklasifikasikan ke dalam komponen yang tidak larut seperti lignin dan komponen yang larut seperti asam fenolik, phenylpropanoids, flavonoid dan kuinon (Harborne dan Williams 2000). Setiap tumbuh-tumbuhan memiliki struktur komponen fenolik yang berbeda. Ada komponen fenolik yang memliki gugus –OH banyak dan ada pula komponen fenolik yang memiliki gugus –OH yang sedikit. Gugus –OH berperan dalam proses transfer elektron untuk menstabilkan dan meredam radikal bebas.

5. Flavonoid
Flavonoid merupakan salah satu dari kelompok senyawa fenolik yang dapat ditemukan di buah dan sayur. Flavonoid telah diteliti memiliki berbagai aktivitas biologis seperti antikanker, antiviral, antiinflamasi, mengurangi risiko penyakit kardiovaskuler dan penangkap radikal bebas. Kekuatan aktivitas antioksidan dari flavonoid bergantung pada jumlah dan posisi dari gugus -OH yang terdapat pada molekul. Semakin banyak gugus -OH pada flavonoid, maka aktivitas antiradikalnya semakin tinggi. Adanya gugus orto-katekol (3„4„-OH) pada cincin B flavonoid merupakan faktor penentu kapasitas antioksidan yang tinggi (Amic et al. 2003).

6. Triterpenoid/ Steroid
Triterpenoid adalah senyawa yang kerangka karbonnya berasal dari enam satuan isopropana dan secara biosintesis diturunkan dari hidrokarbon C30 asiklik, yaitu skualena. Senyawa ini berstruktur siklik, kebanyakan berupa alkohol, aldehida atau asam karboksilat. Triterpenoid merupakan senyawa berbentuk kristal dan bertitik leleh tinggi. Uji yang banyak digunakan adalah reaksi Licberman-Burchard (anhidrat asetat- H2SO4) yang dengan kebanyakan triterpena dan sterol memberikan warna hijau-biru (Harborne 1987).

7. Glikosida
Glikosida merupakan salah satu senyawa aktif tanaman yang termasuk dalam kelompok metabolit sekunder. Senyawa ini mengandung komponen gula dan bukan gula. Komponen gula dikenal dengan nama glikon dan komponen bukan gula dikenal sebagai aglikon. Bila gula yang terbentuk adalah glukosa maka golongan senyawa itu disebut glukosida, sedangkan bila terbentuk gula lainnya disebut glikosida.

=======================
Manfaat Bawang Dayak
Oleh : Andica Atut Pravita Sari
Sebagian dari Anda mungkin sudah tidak lagi asing dengan yang namanya bawang dayak. Tanaman yang dapat tumbuh dalam berbagai jenis tanah dan iklim ini memang sekilas mirip dengan bawang merah. Selain memiliki nama latin Eleutherine palmifolia, bawang dayak juga memiliki banyak nama lokal. Beberapa nama lokalnya yaitu bawang sabrang, bawang berlian, bawang tiwai, bawang lubak, teki sebrang atau bawang hantu.
Tanaman khas Kalimantan Tengah tepatnya suku Dayak ini memiliki daun berwarna hijau berbentuk pita, warna umbinya merah dan bunganya berwarna putih. Adapun manfaat bawang dayak sudah secara empiris digunakan sebagai tanaman herbal oleh masyarakat Dayak.
Digunakannya tanaman ini sebagai herbal tentu bukan tanpa alasan, karena memangmanfaat bawang dayak sangat banyak.Salah satu alasannya ialah karena umbi dari bawang dayak mengandung banyak senyawa fitokimia. Senyawa itu diantaranya adalah alkaloid, fenolik, streorid glikosida, tanin dan flavonoid.
Dengan beberapa senyawa yang terkandung, Anda bisa menggunakannya sebagai obat herbal. Berikut beberapa khasiat bawang dayak untuk kesehatan tubuh Anda:

Manfaat Bawang Dayak Bagi Kesehatan Tubuh
1. Melancarkan Perdarah Darah
Dengan senyawa karbohidrat yang mengandungglikosida, jangan heran jika manfaat bawang dayakyang pertama ialah untuk memperlancar peredaran darah dan sudah terbukti ampuh. Selain itu, untuk para penderita diabetes bawang dayak juga dapat menetralkan kadar gula darah.
2. Melancarkan Metabolisme

Kandungan alkaloid pada Bawang dayak dapat membantu memperlancar sistem metabolisme tubuh seperti radang usus, sembelit, serta penyakit ginjal. Selain itu, tanaman ini juga dapat menjaga stamina tubuh dan meningkatkan sistem kekebalan tubuh.
3. Memperbaiki Sistem Pernafaasan
Menonsumsi Bawang dayak akan meningkatkan suhu tubuh,sehingga dapat mencegah timbulnya lendir dan plak paru-paru yang dapat mengganggu sistem pernafasan. Tanaman inipun dapat membuang kotoran yang diakibatkan oleh udara kotor. Saat batuk, bawang dayak juga dapat mengeluarkan lendirnya dan juga mencegah radang paru-paru.
4. Menjaga Organ Reproduksi Wanita
Tanaman khas Kalimantan Tengah yang mengandung flavonoid dan saponin ini sangat membantu dan memiliki peranan penting bagi kaum hawa dalam menjaga organ reproduksi.
Alasannya karena manfaat bawang dayak yang selanjutnya ialah bisa mencegah keputihan, memperlancar datang bulan, mengatasi rasa sakit saat datang bulan dan dapat membersihkan area organ intim.
5. Melancarkan ASI
Asupan terbaik bagi bayi adalah ASI. Akan tetapi, tidak semua ibu menyusui dapat memberikan ASI yang optimal bagi buah hatinya. Maka dari itu, Anda bisa memanfaatkan bawang dayak dapat untuk membantu memperlancar air susu, serta mengatasi mual, demam dan kaki bengkak.
6. Menguatkan Tulang
Tulang sebagai penyangga tubuh manusia akan bermasalah jika tubuh kekurangan kalsium. Salah satu masalahnya yaitu pengapuran tulang atau osteoporosis.
Apalagi bagi yang telah lanjut usia, osteoporisis akan mudah menyerang. Nah, untuk mengatasi masalah tersebut, komsumsilah bawang dayak karenabawang dayak mengandung banyak kalsium dan mineral.
7. Mengobati Penyakit Amandel
Penyakit amandel ataupun radang amandel dapat menyerang orang dewasa sampai anak anak. Seandainya dibiarkan amandel akan makin menjadi membesar dan mengakibatkan susah untuk menelan makanan. Bawang dayak bisa bermanfaat mengobati amandel.
8. Menyembuhkan Sakit Perut
Bawang dayak berguna untuk menyembuhkan sakit perut seperti meredakan rasa nyeri, serta mual di bagian perut.

9. Menyembuhkan Flu
Suku dayak kerap memakai bawang ini untuk menyembuhkan flu sebagai obat herbal. Kandungan anti bakteri yang tinggi begitu efisien untuk menghambat bakteri yang memicu flu.
10. Menyembuhkan Penyakit Hepatitis
Bawang dayak bukan sekedar dapat menyembuhkan penyakit yang ringan saja, namun dapat juga menyembuhkan penyakit kritis seperti penyakit kuning atau hepatitis.
11. Menaikkan Daya Tahan Tubuh
Kandungan vitamin C serta anti-oksidan pada bawang dayak inibegitu tinggi. Oleh karenanya, manfaat bawang dayak sangat banyak. Jika teratur dikonsumsi dapat menaikkan ketahanan tubuh Anda. Untuk mengkonsumsinya, Anda dapat menambahkannya pada masakan Anda.
12. Membantu Menghindar Kanker Serta Tumor
Tumor serta kanker termasuk juga penyakit yang begitu mengganggu serta mengkhawatirkan. Karena banyak masalah yang berujung pada kematian. Walau demikian, untuk menghambat timbulnya tumor serta kanker, Anda dapat menggunakan bawang dayak.


 Selain memiliki kandungan anti-oksidan yang tinggi bawang dayak ini juga memiliki kandungan naphtoquinones yang disebut satu diantara senyawa alami untuk menghindar timbulnya sel tumor serta kanker pada tubuh.
13. Membersihkan Tubuh Dari Bakteri
Bawang dayak mempunyai kandungan anti bakteri yang begitu baik untuk membantu tubuh anda melawan bakteri pemicu penyakit. Diluar itu, kandungan anti bakteri aktif dapat juga membersihkan tubuh anda dari bakteri. Hingga tubuh andasemakin lebih sehat karna terhindar dari penyakit.
14. Menghindar Terjadinya Infeksi
Bawang dayak berguna juga untuk menghindar infeksi. Infeksi bisa berlangsung didalam ataupun diluar tubuh. Oleh karenanya, bila Anda khawatir dengan infeksi yang dikarenakan oleh luka, Anda dapat memanfaatkan bawang dayak untuk meminimalisasi resiko terjadinya infeksi.
15. Mencegah Perkembangan Bakteri, Virus serta Mikroba
Bakteri, virus, serta mikroba yaitu penyumbang penyakit paling besar didalam tubuh. Seandainya sampai berkembang maka dapat mengakibatkan tubuh diserang beragam jenis penyakit serta dapat membahayakan.
16. Mencegah Terjadinya Peradangan
Bawang dayak dapat menolong mencegah terjadinya peradangan pada tubuh. Yang umum menyerang badan di bagian tenggorokan, lambung, serta usus.
17. Mengobati Asam Urat
Bagi Anda yang memiliki masalah dengan asam urat, bawang dayak juga merupakan bahan alami yang mampu mengatasi asam urat.
Banyak masalah kesehatan, banyak pula solusi untuk kesehatan. Salah satunya menggunakan bawang dayak sebagai obat tradisional yang aman. Manfaat bawang dayak ini dapat dinikmati dengan berbagai cara untuk mengonsumsinya, seperi minuman, manisan, keripik dan lain-lain. Pilihlah cara mengonsumsi dengan cara pengolahan sesuai selera Anda.
Tertarik mencoba khasiat bawang dayak?


Ini Dia 43 Khasiat Bawang Dayak
DENPASAR - Bawang dayak berasal dari hutan Kalimantan Barat memiliki khasiat dahsyat dalam pengobatan aneka penyakit. Namun si umbi ajaib ini belum banyak dikenal masyarakat luas sehingga baru sebagian saja yang memanfaatkan keampuhannya.
Padahal, tak kurang 43 kasiat diperoleh manusia jika mengkonsumsi bawang dayak. Berikut ulasannya. Masyarakat Dayak biasa menyebutnya dengan “bawang hutan atau bawang kambe” sudah lama dipakai masyarakat setempat untuk pengobatan aneka penyakit.

Kandungan senyawa aktif dalam bawang dayak sangat lengkap sehingga sangat wajar khasiatnya banyak. Senyawa ini meliputi alkaloid, steroid, glikosida, flavonoid, fenolik, tanin, dan saponin.

Salah satu dari senyawa ini, yaitu flavonoid dapat berkhasiat sebagai antikanker, antiviral, anti-inflamasi, mengurangi risiko penyakit kardiovaskular, serta penangkap radikal bebas.

Kekuatan aktivitas antioksidan senyawa flavonoid tergantung pada jumlah dan posisi dari gugus OH dalam molekul flavonoid. Semakin banyak gugus OH, aktivitas antiradikalnya semakin tinggi.

Beberapa penelitian dan pengujian telah dilakukan untuk membuktikan khasiat bawang dayak. Di antaranya oleh Fakultas Farmasi ITB Bandung yang mengkaji pengaruh pengolahan simplisia terhadap kandungan metabolit utama bawang dayak.

Bawang dayak dapat digunakan langsung secara segar atau dikeringkan. Untuk mendapatkan khasiat maksimal, sebaiknya bawang dayak diperoleh ketika pertumbuhannya mencapai puncak vegetatif, yaitu ketika baru muncul kuncup bunga.

Naiknya popularitas bawang dayak sangat beralasan karena didukung oleh bukti-bukti akurat yang telah merasakan khasiat dahsyat si umbi ajaib ini. Salah satunya dialami oleh Ibu Titiek Sri Rahayu, asal Jakarta. Ia mencoba mengonsumsi bawang dayak setelah divonis menderita kanker payudara oleh dokter.

Ketika itu, dokter menyarankannya untuk menjalani operasi pengangkatan payudara. Ia rajin mengonsumsinya sebanyak 3 kali sehari, yaitu saat pagi, siang, dan sore. Alhamdulillah, benjolan yang semula 7 cm x 4 cm tinggal sebesar kacang tanah. Ia merasakan betul khasiatnya dengan menyaksikan penyusutan massa benjolannya dari hari ke hari.
Khasiat bawang dayak dapat menyembuhkan berbagai penyakit, mulai dari yang ringan hingga penyakit berbahaya, bahkan mematikan. Misalnya, diabetes mellitus, jantung koroner, hipertensi, tuberkulosis, bronkitis, radang rektum, asam urat, radang prostat, ambeien, peluruh lemak, bisul, hepatitis, dan peningkat gairah seksual.
AgroMedia Pustaka menerbitkan buku Bawang Dayak Si Umbi Ajaib Penakluk Aneka Penyakit yang akan membahas secara tuntas tentang bawang dayak ini. Buku ini disusun Ni Luh Indrawati, S.Farm., Apt. dan Razimin, S.Si., Apt.
Di dalamnya dijelaskan mulai dari mengenal bawang dayak sebagai mutiara Borneo yang memiliki segudang khasiat, pembahasan ilmiah bawang dayak, manfaat bawang dayak untuk menumpas aneka penyakit, teknik peracikan untuk pengobatan, hingga ramuan bawang dayak secara spesifik untuk 23 jenis penyakit ringan dan berat, seperti kanker, diabetes, jantung, hipertensi, hepatitis, TBC, bronkitis, sinusitis, radang, asam urat, rematik, infeksi, gondok, pencernaan, ambeien, nyeri haid, bisul, kewanitaan, dan peningkat gairah seksual.
Ada juga sebagian orang menyebutnya sebagai Bawang Berlian atau Bawang Arab. Bawang Sabrang membutuhkan syarat hidup pada ketinggian antara 600 – 2000 m dpl. Sangat cocok bila berada pada lahan yang kaya akan belerang. Bentuk dan warnanya lebih mirip bawang merah lanang.
Tanamannya sendiri memiliki ciri daunnya berbentuk pita sepanjang 15-20 cm, lebar 3-5 cm mirip palem dengan tulang daun sejajar. Bunga berwarna putih dengan kelopak berjumlah lima. Penduduk lokal di Kalimantan sudah menggunakan tanaman ini sebagai obat tradisional. Bagian yang dapat dimanfaatkan pada tanaman ini adalah umbinya.
Khasiat Bawang Dayak
Bawang Dayak/ Borneo dapat membantu penyembuhan berbagai jenis penyakit, antara lain :
1. Amandel
2. Ambeien
3. Asam Urat
4. Asma
5. Bisul
6. Bronkhitis
7. Darah Rendah
8. Diabetes Melitus
9. Epilepsi
10. Gangguan Pencernaan Lambung
11. Gangguan Seksual
12. Ginjal
13. Gondok
14. Hepatitis
15. Hipertensi / Darah Tinggi
16. Insomnia
17. Jantung
18. Kanker Kelenjar Getah Bening
19. Kanker Paru – Paru
20. Kanker Payudara
21. Kanker Rahim
22. Kanker Usus
23. Keputihan
24. Kista
25. Kolesterol
26. Maag
27. Migrain
28. Myom
29. Obat Muntah
30. Pelupa / Menurunnya Fungsi Ingatan
31. Peluruh Kemih
32. Pencahar
33. Prostat
34. Radang Usus
35. Rematik
36. Sakit Kuning
37. Sakit Perut
38. Sakit Pinggang
39. Stamina
40. Stroke
41. TBC
42. Vertigo
43. Vitalitas

Para ahli berpendapat bahwa antioksidan mampu mereduksi risiko penyakit kronis seperti kanker dan penyakit jantung. Penggunaan antioksidan alami saat ini dianggap lebih aman karena antioksidan alami diperoleh dari ekstrak tanaman. Antioksidan alami yang terdapat pada tanaman antara lain kelompok flavonoid berupa senyawa polifenol. Bawang dayak memiliki kelompok flavonoid.
Didalam referensi Buku Tanaman Obat Indonesia disebutkan bahwa kandungan Bawang Tiwai ini meliputi :Polifenol, Tanin, Alkaloid, Saponin, Triterpenoid, Stroid, GlIkosida, Fenolik dan Flavonoid (kandungan senyawa lainnya masih dalam penelitian).
Sudah sejak lama bawang dayak dimanfaatkan sebagai obat aneka penyakit. Meskipun demikian, studi mengenai manfaat bawang dayak untuk kesehatan masih belum banyak dilakukan.
Bawang dayak untuk obat hipertensi dan diabetes
Menurut Prof Dr Sidik Apt (guru besar emiritus Fakultas Farmasi Universitas Padjajaran) bawang dayak mengandung alisin. Senyawa inilah yang bermanfaat menurunkan tekanan darah dan menurunkan kekentalan darah.
Kandungan naphtoquinones dalam bawang dayak dikenal sebagai antimikroba, antifungal, antivirial, dan antiparasitik. Selain itu, naphtoquinones memiliki bioaktivitas sebagai antikanker dan antioksidan.(gek) (Dirangkum berbagai Sumber: wartanews)

ampuh!turun 30 kg hanya dalam 2 minggu
HomeTanaman Obat
44 Khasiat BAWANG DAYAK untuk Diabetes, Menambah Vitalitas Pria dan Cara Mengkonsumsi Bawang Dayak
Diterbitkan April 15, 2017 dalam kategori Tanaman Obat oleh azzamy


Khasiat dan Manfaat Bawang Dayak
Khasiat Bawang Dayak Untuk Diabetes, Kanker, Darah Tinggi dan Kolesterol
Umbi Bawang Dayak (Foto by : Shilpa Mygirl)
Tanaman Obat – Bawang Dayak (Eleutherina palmifolia (L.) Merr) dikenal juga dengan nama Bawang Sabrang, Bawang Berlian, Bawang Hantu, Bawang Arab, Bawang Kambe atau Bawang Hutan. Bawang Dayak merupakan tanaman herbal khas Kalimantan, nama tanaman ini mengacu pada daerah asalnya yaitu Kalimantan dimana masyarakat Suku Dayak berada. Bawang dayak merupakan salah satu spesies bawang yang konon asal usulnya dari daratan Amerika. Tanaman ini sudah secara turun temurun dipergunakan masyarakat Dayak sebagai tanaman obat.

Tanaman ini memiliki warna umbi merah dengan daun hijau berbentuk pita dan bunganya berwarna putih. Dalam umbi bawang dayak terkandung berbagai macam senyawa yang diketahui berkhasiat untuk mengatasi berbagai masalah kesehatan. Secara empiris bawang dayak sudah dipergunakan masyarakat lokal sebagai obat berbagai jenis penyakit ringan maupun berat seperti kanker payudara, obat penurun darah tinggi (Hipertensi), dan penyakit kencing manis (diabetes melitus). Bawang dayak dapat dikembangkan sebagai sumber biofarmaka untuk skala industri karena tanaman ini dapat tumbuh dan beradaptasi di semua iklim dan jenis tanah dengan waktu panen relatif singkat yakni ± 3 – 4 bulan sehingga mudah dikembangkan dalam skala besar.



Kandungan Senyawa Kimia Bawang Dayak
Tanaman bawang dayak khususnya pada umbi memiliki kandungan fitokimia antara lain alkaloid, glikosida, flavanoid, fenolik, steroid dan zat tannin yang merupakan sumber biofarmaka potensial untuk dikembangkan sebagai tanaman obat modern dalam kehidupan manusia. Alkaloid merupakan bahan organik yang mengandung nitrogen sebagai bagian dari heterosiklik. Bahkan senyawa alkaloid, flavonoid, glikosida dan saponin memiliki aktivitas hipoglikemik atau penurun kadar glukosa darah yang sangat bermanfaat untuk pengobatan diabetes melitus, bahkan alkaloid yang ada dapat berfungsi sebagai anti mikroba. Sedangkan kandungan tanin yang ada dapat digunakan sebagai obat sakit perut.

Baca juga  12 Manfaat Daun Salam Untuk Kesehatan
Manfaat dan Khasiat Bawang Dayak Untuk Pengobatan
1.    Manfaat Bawang Dayak Sebagai Obat Kanker Usus
2.    Khasiat Bawang Dayak Sebagai Obat Kanker Payudara
3.    Manfaat Bawang Dayak Sebagai Obat Diabetes Melitus
4.    Khasiat dan Manfaat Bawang Dayak Untuk Mengatasi Hipertensi
5.    Manfaat dan Khasiat Bawang Dayak Untuk Menurunkan Kolesterol
6.    Kegunaan Bawang Dayak Sebagai Obat Bisul
7.    Manfaat Bawang Merah untuk Mengatasi Stroke
8.    Khasiat Bawang Dayak Sebagai Obat sakit Perut
9.    Manfaat Bawang Dayak Untuk Ibu-ibu Setelah Melahirkan
10.    Khasiat Bawang Dayak untuk Mengatasi Sembelit
11.    Manfaat Bawang Dayak Sebagai Obat Disentri
12.    Khasiat bawang Dayak Untuk Menyembuhkan Luka
13.    Manfaat Bawang Dayak untuk Mengatasi Muntah-muntah
14.    Khasiat Bawang Dayak untuk Mengobati Sakit kuning



Khasiat bawang dayak lainnya yaitu untuk mengobati ; amandel, ambeien, asam urat, asma, bronkitis, epilepsi, gangguan lambung, masalah vitalitas pria, gondok, ginjal, hepatitis, insomnia, jantung, kanker kelenjar getah bening, kanker paru-paru, kanker rahim, keputihan, kista, maag, migrain, myom, pelupa, peluruh air seni, prostat, radang usus, rheumatik, sakit pinggang, meningkatkan stamina, TBC, vertigo.

KONTEN MENARIK LAINNYAMgid

Penghancur lemak yang ampuh! Turun 30 kg hanya dalam 2 minggu

Gadis asal Jakarta kaya raya berkat metode ini

Seks akan bertahan lebih dari 2,5 jam saat melakukan ini setiap

Tingkatkan libido dengan melakukan ini setiap hari
Antioksidan alami yang terdapat pada tanaman bawang dayak antara lain kelompok flavonoid berupa senyawa polifenol. Para ahli berpendapat bahwa antioksidan mampu mereduksi risiko penyakit kronis seperti kanker dan penyakit jantung. Flavonoid berkhasiat sebagai antikanker, antiviral, anti-inflamasi, mengurangi risiko penyakit kardiovaskular, serta penangkap radikal bebas. Menurut Prof Dr Sidik Apt (guru besar emiritus Fakultas Farmasi Universitas Padjajaran) bawang dayak mengandung alisin. Senyawa ini berkhasiat dan berperan dalam menurunkan tekanan darah. Kandungan naphtoquinones dalam bawang dayak dikenal sebagai antimikroba, antifungal, antivirial, dan antiparasitik. Selain itu, naphtoquinones memiliki bioaktivitas sebagai antikanker dan antioksidan. Untuk mendapatkan khasiat maksimal, sebaiknya bawang dayak diperoleh ketika pertumbuhannya mencapai puncak vegetatif, yaitu ketika baru muncul kuncup bunga.

Baca juga  250 Jenis Tanaman Apotik Hidup (TANAMAN OBAT) Lengkap dan Khasiatnya (Page 4)
Cara Mengkonsumsi Bawang Dayak dan Cara Mengolah Umbi Bawang Dayak
Bagian tanaman bawang dayak yang dikonsumsi dan berkhasiat sebagai obat herbal adalah seluruh bagian tanaman yaitu umbi, akar dan daunnya. Bawang dayak dapat dikonsumsi segar, diseduh seperti teh, atau diolah terlebih dahulu menjadi bubuk dan kapsul atau dibuat manisan. Hasil pengolahan tanaman obat herbal khas Kalimantan ini antara lain ; simplisia, bubuk, instan dan manisan.

Makhluk ini memakan organ dalamku selama 5 tahun...Makhluk ini memakan organ dalamku selama 5 tahun...   Bau mulut-tanda parasit dalam tubuh. Mereka lenyap jika Anda minum sesendokBau mulut-tanda parasit dalam tubuh. Mereka lenyap jika Anda minum sesendok            Parasit akan “pergi” jauh dari tubuhmu jika di pagi hari...Parasit akan “pergi” jauh dari tubuhmu jika di pagi hari...         Makhluk mengerikan lenyap dari tubuhmu bila tiap pagi, sebelum makan kamu minumMakhluk mengerikan lenyap dari tubuhmu bila tiap pagi, sebelum makan kamu minum    Keriput di wajahmu akan lenyap dengan cepat! Resep tradisional ini mudah...Keriput di wajahmu akan lenyap dengan cepat! Resep tradisional ini mudah...

1.    Cara Mengkonsumsi Bawang Dayak Untuk Pengobatan
Bawang dayak dapat dikonsumsi dalam keadaan segar (tanpa pengolahan) untuk pengobatan. Caranya ; 3-4 buah bawang dayak dicuci hingga bersih, kemudian di iris tipis dan diseduh dengan 1 gelas air mendidih (200 ml). Diminum selagi hangat 2 – 3 kali sehari.

2.    Cara Membuat Simplisia Bawang Dayak
Seluruh bagian tanaman bawang dayak yaitu akar umbi dan daunnya dicuci hingga bersih. Kemudian dipotong / diiris tipis dan dikeringkan menggunakan oven pada suhu 50 C selama kurang lebih 8 jam. Atau dijemur dibawah terik matahari hingga benar-benar kering. Setelah kering simplisia bawang dayak dikemas rapi dan disimpan. Cara mengkonsumsinya yaitu dengan cara diseduh menggunakan air mendidih kemudian diminum.

3.    Cara Membuat Bubuk Bawang Dayak
Seluruh bagian tanaman bawang dayak yaitu akar umbi dan daunnya dicuci hingga bersih. Kemudian dipotong / diiris tipis dan dikeringkan menggunakan oven pada suhu 50 C selama kurang lebih 8 jam. Atau dijemur dibawah terik matahari hingga benar-benar kering. Kemudian didinginkan dan dihaluskan (ditumbuk) atau diblender. Sebelum dikemas bubuk bawang dayak diayak terlebih dahulu. Cara mengkonsumsinya yaitu dengan cara diseduh menggunakan air mendidih kemudian diminum.

4.    Cara Membuat Kapsul Bawang Dayak
Sebenarnya ini adalah cara untuk mengawetkan bubuk bawang dayak dan supaya lebih praktis. Langkah awal membuat kapsul bawang dayak adalah sama dengan cara membuat bubuk bawang dayak. Kemudian bubuk bawang dayak disimpan atau dimasukkan dalam kapsul. Bentuk kapsul lebih praktis dalam mengkonsumsinya dan lebih aman dalam penyimpanan, yaitu seperti mengkonsumsi obat pada umumnya.

Baca juga  Tips Membersihkan Plak Gigi Dengan Daun Sirih
5.    Cara Membuat Bawang Dayak Instan
Seluruh bagian tanaman bawang dayak yaitu akar umbi dan daunnya dicuci hingga bersih. Kemudian dipotong / diiris tipis. Kemudian tambahkan air bersih dengan perbandingan 1 : 2 (1 kilogram bawang dayak dicampur dengan 2 liter air). Bawang dayak kemudian diblender dan disaring. Selanjutnya direbus hingga mendidih sambil diaduk-aduk dan tambahkan 1 kg gula pasir (1 kg gula pasir untuk 1 kg bawang dayak). Selama proses perebusan diaduk terus hingga membentuk kristal. Setelah dingin kristal bawang dayak dikemas dan disimpan atau langsung dikonsumsi (diseduh menggunakan air mendidih).

6.    Cara Membuat Manisan Bawang Dayak
Seluruh bagian tanaman bawang dayak yaitu akar umbi dan daunnya dicuci hingga bersih. Kemudian dipotong / diiris tipis dengan ketebalan antara 1-2 mm. Siapkan 1 kg gula dan dilarutkan dengan 1 liter air. Kemudian dikukus selama kurang lebih 5 menit, masukkan larutan gula tersebut sambil diaduk, masak hingga kental sampai kering (sampai terbentuk kristal gula). Manisan bawang dayak siap untuk dikonsumsi.
Demikian tentang “Khasiat dan Manfaat BAWANG DAYAK untuk Kesehatan“. Semoga bermanfaat….
(Dari berbagai sumber)

HOMEHERBAL Khasiat Bawang Dayak, Cara Penggunaan, dan Efek Samping Penulis: Muhammad AriefReview medis: dr. Ahmad Muhlisin Kebanyakan dari kita mungkin masih asing ketika mendengar nama bawang dayak. Meski kurang familiar di banding jenis bawang lainnya, tanaman berjuluk ‘Si Umbi Ajaib’ ini ternyata memiliki manfaat yang dahsyat dalam mengobati berbagai penyakit.
 Seberapa dahsyat manfaat bawang dayak ini? Mari, cari tahu selengkapnya. Simak juga manfaat dari jenis bawang lainnya: Kandungan dan Manfaat Bawang Putih Bagi Kesehatan Manfaat Bawang Merah untuk Lelaki Beserta Bukti Ilmiahnya Apa Kandungan Bawang Dayak? Sesuai namanya, bawang dayak memang banyak dibudidayakan di Pulau Borneo Kalimantan.
Tanaman bernama Latin Eleutherine palmifolia L. Merr ini telah dipergunakan secara turun temurun oleh masyarakat Dayak sebagai obat alternatif dalam mengatasi berbagai penyakit. Sepintas, bawang dayak memiliki rupa yang mirip dengan bawang merah yang biasa kita kenal.
Dengan warna merah pada umbinya, hijau pada daunnya dan bunganya yang berwarna putih memikat. Jika ditelaah lebih dalam, barulah kita dapat membedakan keduanya. Bawang dayak memiliki permukaan yang licin, bau yang tidak menusuk dan ketika mengirisnya pun tidak menyebabkan mata perih layaknya bawang merah pada umumnya. Ciri khas lainnya, apabila di pegang maka warna merah pada bawang dayak ini akan menempel di tangan. Berdasarkan dari beberapa hasil penelitian yang telah dilakukan.
 Bawang dayak diketahui memiliki kandungan fitokimia seperti alkaloid, flavanoid, steroid, glikosida, fenolik dan zat tanin yang kesemuanya berperan besar terhadap kesehatan. Maka tak mengherankan, dengan berbagai kandungannya tersebut, pantaslah apabila bawang dayak dijadikan sebagai tanaman obat modern dalam kehidupan manusia saat ini.
 Apa Manfaat Bawang Dayak Bagi Kesehatan? Manfaat atau khasiat bawang dayak begitu beragam. Mulai dari menyembuhkan penyakit ringan seperti flu atau sembelit, hingga dapat membantu mengobati penyakit berat seperti hepatitis, kanker, hipertensi dan beberapa penyakit lainnya. Berikut manfaat bawang dayak selengkapnya:
1. Obat Alami Sakit Perut Berkat kandungan tanin didalamnya, bawang dayak dapat digunakan sebagai obat alami dalam mengatasi sakit perut. Tanin mampu mengurangi gas di saluran pencernaan, meredakan perut kembung hingga mengatasi masalah konstipasi atau sembelit.
2. Ampuh dalam Mengatasi Flu Masyarakat suku Dayak ternyata sudah lama menggunakan bawang dayak sebagai obat untuk mengatasi flu. Khasiat bawang dayak ini ditenggarai berkat kandungan glikosida didalamnya yang berfungsi sebagai antibakteri, anti radang dan ampuh dalam menurunkan demam.
3. Sebagai Agen Antiinflamasi Senyawa flavonoid yang terkandung dalam bawang dayak memiliki efek antiinflamasi atau anti radang. Tak mengherankan apabila kemudian bawang dayak dipercaya mampu membantu menyembuhkan penyakit yang berawal dari peradangan seperti hepatitis, arthritis dan tonsillitis atau radang amandel yang kerap dialami anak-anak.
4. Sebagai Agen Antibakteri Bakteri dan berbagai mikroorganisme lainnya kerap menjadi dalang di balik penyakit yang kita alami. Untungnya, berkat khasiat bawang dayak yang berperan sebagai agen antibakteri, kita dapat membantu tubuh dalam menyingkirkan berbagai bakteri dan mikroorgansime jahat lainnya yang masuk secara tidak sengaja.
5. Antikanker Serviks Berdasarkan hasil riset yang telah dilakukan Fakultas Kedokteran Universitas Sebelas Maret. Didapatkan hasil bahwa, ekstrak bawang dayak mampu menurunkan tingkat ekspresi Cylin-E sel kanker serviks uteri Hela secara signifikan. Hasil riset ini tentunya menjadi kabar gembira bagi para penderita kanker serviks karena tersedianya obat alternatif yang alami untuk membantu kesembuhan penyakit yang dideritanya. Meski begitu, penggunaannya sebagai obat masih memerlukan studi lebih lanjut. Selalu konsultasikan dengan dokter Anda mengenai terapi kanker yang hendak dijalani.
6. Membantu Mencegah Jantung Koroner Siapa sangka, ternyata senyawa fenolik yang terkandung dalam bawang dayak efektif dalam membantu mencegah timbulnya penyakit jantung koroner yang telah merenggut jutaan nyawa di berbagai belahan dunia.
7. Pengobatan Diabetes Manfaat bawang dayak juga dapat dirasakan oleh para penderita diabetes. Pasalnya, senyawa alkaloid, flavonoid, glikosida dan saponin dalam bawang dayak memiliki aktivitas hipoglikemik atau dapat menurunkan kadar gula darah. Jadi bagi para penderita diabetes, tak ada salahnya untuk membuktikan khasiat bawang dayak yang satu ini.
 8. Membantu Menurunkan Tekanan Darah Hipertensi atau tekanan darah tinggi merupakan pembunuh yang amat keji. Bagaimana tidak, sebab penyakit ini dapat menimbulkan komplikasi berbahaya dan mematikan tanpa menunjukkan gejala sebelumnya pada si penderita. Kabar baiknya, berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan oleh Guru Besar Emeritus Fakultas Farmasi Universitas Padjajaran, Prof Dr Sidik Apt, menunjukkan bahwa bawang dayak mengandung senyawa alisin yang efektif dalam menurunkan tekanan darah dan kekentalan darah. Hasil penelitian ini pun semakin menunjukkan bahwa, manfaat bawang dayak tidak hanya mampu mengatasi penyakit yang tergolong ringan saja. Lebih dari itu, tanaman ini juga terbukti ampuh dalam membantu mengatasi penyakit-penyakit berat. Membuatnya semakin layak dijadikan sebagai tanaman obat modern.
9. Mampu Menangkal Radikal Bebas Bawang dayak memiliki kandungan antosianin yang tinggi, yang memberi warna merah alami pada umbinya. Antosianin berfungsi sebagai antioksidan yang berperan dalam menetralkan radikal bebas yang masuk ke dalam tubuh. Dengan berkurangnya kadar radikal bebas dari dalam tubuh, maka akan berbanding lurus dengan semakin berkurangnya risiko terserang penyakit kanker, jantung dan beberapa penyakit lainnya.
10. Sebagai Agen Antikanker Manfaat bawang dayak sebagai tanaman obat semakin dahsyat berkat kehadiran senyawa naphtokuinones yang terkandung didalamnya. Kombinasi senyawa naphtokuinones dan beberapa senyawa lainnya, bertindak sebagai agen antikanker dengan menurunkan aktivitas cyclin-E sel, sehingga menyebabkan terjadinya apoptosis atau kematian sel kanker.
 11. Obat Alami Batu Ginjal Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan oleh beberapa mahasiswa dari Unviversitas Lampung. Dijelaskan bahwa, ekstrak bawang dayak bersifat diuretik dan mampu menurunkan kadar kalsium serta pH urine sehingga dapat memudahkan penghancuran dan pengeluaran batu ginjal.
12. Membantu Mencerahkan Kulit Tak perlu merogoh kocek dalam-dalam untuk memiliki kulit wajah yang cerah. Berdasarkan hasil skrining fitokimia terungkap bahwa, bawang dayak mampu bertindak sebagai antimelanogenesis yang dapat mencegah timbulnya bintik-bintik hitam di wajah sekaligus mencerahkan kulit. Tertarik untuk membuktikan khasiat bawang dayak yang satu ini? * meski memiliki segudang manfaat dan khasiat, penggunaan bawang dayak untuk pengobatan perlu dikonsultasikan dengan dokter. Terlebih untuk penyakit yang serius.
Studi dan penelitian lebih lanjut masih diperlukan. bawang dayak kaya manfaat   Cara Penggunaan Bawang Dayak Agar khasiat bawang dayak bisa dirasakan secara maksimal, maka ikuti petunjuk aman menggunakannya di bawah ini:
1. Pembuatan Simplisia Pisahkan bawang dayak dari akar dan daunnya, cuci bersih kemudian iris dengan ketebalan 1-2 mm. Kemudian keringkan di bawah sinar matahari atau dengan menggunakan oven pada suhu 500°C selama 8 jam. Dinginkan dan bawang dayak pun siap dikemas atau dinikmati.
2. Pembuatan Bubuk Proses pembuatan bawang dayak bubuk hampir sama dengan proses pembuatan simplisia. Yakni dengan memisahkan bawang dayak dari akar dan daunnya untuk kemudian di cuci, di iris dengan ketebalan 1-2 mm dan dikeringkan selama 8 jam dengan oven pada suhu 500°C atau di bawah sinar matahari. Setelah didinginkan, bawang dayak dihaluskan dengan blender dan diayak sampai mendapati bubuk halusnya. Simpan bubuk bawang dayak ini di toples yang tertutup rapat.
 3. Pembuatan Manisan Setelah bawang dayak di cuci bersih dan dipisahkan dari akar dan daunnya, kukus bawang dayak selama sekitar 5 menit. Kemudian buatlah larutan gula dengan cara mencampurkan gula ke dalam air dengan perbandingan 1 :
1. Masak sampai kental dan terus di aduk-aduk, angkat bila gula sudah terlihat cukup kering. Terakhir, campurkan bawang dayak yang telah di kukus ke dalam larutan gula tersebut. Manisan bawang dayak pun siap dinikmati. Adakah Efek Samping Bawang Dayak? Sampai saat ini belum ada hasil penelitian yang secara khusus menjelaskan beberapa efek samping buruk yang timbul akibat mengonsumsi bawang dayak. Meski begitu, manfaatkanlah bawang dayak ini secara bijak dengan tidak berlebihan dalam mengonsumsinya. Dengan melihat berbagai komposisi kandungan dan manfaatnya, tak mengherankan apabila bawang dayak kerap dijadikan sebagai tanaman obat. Namun, betapa pun besar manfaat yang ditawarkannya, mengonsumsi bawang dayak secara bijak menjadi hal yang tidak dapat dikesampingkan.
Sumber: Khasiat Bawang Dayak, Cara Penggunaan, dan Efek Samping – Mediskus

=================

Untuk melihat program, promo, potongan harga bagi reseller serta tata cara pemesanan hingga indentitas, nomor telephone serta nomor rekening resmi dari management Makrifat Business anda dapat mempelajari dibawah ini.
JENIS PRODUK INI MELAYANI HARGA AGEN, GROSIR, ECERAN DAN UNTUK HARGA PRESELLER TETAP DAN TERDAFTAR SEBAGAI TEAM MARKETTING AKAN MENDAPATKAN PROFIT MARGIN 30% (syarat dan ketentuan berlaku) .
KAMI ADALAH EXCELLENCE SERVICE BERJALAN YANG SELALU SIAP MELAYANI  ANDA, BERAPAPUN ORDERAN ADALAH SEBUAH KEHORMAT DAN PENGHARGAAN TERSENDIRI BAGI KAMI.
MAKRIFAT BUSINESS dengan didukung rumah produksi IMDA Handicraft melayani kerjasama dalam bentuk tender, kontrak, makloon, jasa pembuatan, service perbaikan untuk pembuatan Tasbih Kalung  Cincin,  Keris,   Tongkat,  AcecoriesPipa RokokSabuk,  Peralatan Dapur,   Seni Ukir,  Antik unik,  Kerajinan Kayu Jember,  Kerajinan KaokahKerajinan Kayu Agarwood Cendana,  Kerajinan Kayu Sandalwood CendanaKerajinan Tulang  dan berbagai macam  segala kerajinan tangan yang terbuat dari kayu tulang, resin, perak, alpaka, batu dll
 "CARA PEMESANAN" 
Ketik SMS kirim ke salah satu nomor :  08123489038  ATAU lewat Whatsapp, Facebook
   dengan cara :
KODE PRODUK+HARGA: NAMA: ALAMAT: NOMOR TELEPHONE
CONTOH ORDER :
TKNP3315+Rp. 400,000,-: ALI MANSYUR: Jl. Jendral Sudirman Gg. IV No. 232 Jakarta Pusat: 08123456789
Setelah SMS anda masuk, anda akan menerima balasan tentang ketersediaan stock, jika stock ada maka anda akan mendapat instruksi untuk transfer, setelah transfer mohon SMS balik bukti transfer atau hanya pemberitahuan saja. Maka pesanan anda akan segera kami proses.
   KEDAI ART SHOP SENTRAL GALERI MINI HANDICRAFT KHAS DESA TUTUL
 "MAKRIFAT BUSINES" 
SAAT INI MASIH DI BUKA DI RUMAH TEMPAT TINGGAL KAMI DESA TUTUL BALUNG JEMBER JAWA TIMUR, TERIMA KASIH DARI PELANGGAN YANG SUDAH PERNAH SILATURRAHMI KE TEMPAT TINGGAL KAMI SEPERTI PELANGGAN DARI KOREO, THAILAND, KOTA JAKARTA, BANDUNG, BALI, SURABAYA Dll
Alamat Galeri :
Please CALL  Me :
M Imron Pribadi
Ida Giawati
Whatsapp : 08123489038
Whatsapp : 081338634218
sms wa call hotline only 08123489038, 081338634218, 
Office 0336623385
info@makrifatbusiness.co.id
Dusun Krajan RT :003 RW : 008 Desa TUTULkecamatan Balung 
Kabupaten Jember JAWA TIMUR -INDONESIA code pos 68161
Bank Danamon AC : 81557894  Atas nama : Mohammad Imron  Cabang : Jember
Bank BNI Cabang Jember  AN : Mohammad Imron  AC :023.049.1494
Bank MANDIRI  Cabang Jember AN : M IMRON AC :14-100-11-00-7010
Bank BCA Cabang JEMBER AN. M IMRON,SH No024.365.1082
Bank BRI Cabang Jember AN. M IMRON AC :000-60-103-181-0509
info@makrifatbusiness.co.id Dusun Krajan RT :003 RW : 008 Desa TUTULkecamatan Balung 
Kabupaten Jember JAWA TIMUR -INDONESIA code pos 68161
 GARANSI KEASLIAN DARI MANAGEMENT MAKRIFAT BUSINESS DAN IMDA HANDICRAFT TENTANG BAHAN BAKU PRODUK INI BENAR BENAR  TERBUAT DARI  INI ADALAH   BERLAKU 
 JIKA TERNYATA BARANG TIDAK ASLI   MAKA SELAMANYA BISA DI RETUR DAN UANG KEMBALI 100%
sumber artikel foto dan galery :
Anda juga bisa mengunjungi link sajian produk kami yang lainnya di bawah ini :
Sajian dalam website ini adalah merupakan sub produk dari www.makrifatbusiness.co.id online offline handicraft khas desa Tutul Jember Jawa Timur Indonesia yang di produksi oleh rumah produksi IMDA Handicraft 
 salam 
Posting Lebih Baru
Previous
This is the last post.
  • Blogger Comments
  • Facebook Comments

0 Tanggapan:

Posting Komentar

Item Reviewed: Bibit Bawang Dayak Kawah Ijien 100 gram by MAKRIFAT HERBAL Rating: 5 Reviewed By: M Imron Pribadi